Bisnis, Kesehatan, Otomotif, Properti, Teknologi, Tips Trik, Travelling, Uncategorized

Ingin Tahu Perkembangan Industri Otomotif Indonesia? Yuk, Merapat Ke Gelaran Giias

Jika didukung oleh pemain industri termasuk para principal dari setiap APM pendukung, kita dapat meraih jumlah ekspor di 350. 000 unit, ” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya penyelenggaraan pameran yang menjadi jendela industri otomotif Indonesia.

Tema tersebut dapat diartikan sebagai upaya pergerakan industri otomotif Indonesia untuk menyongsong kemajuan di masa depan yang lebih baik dan untuk bisa berperan lebih penting dalam tatanan jaringan industri otomotif global. Sempat melambung dan memecahkan rekor penjualan hingga 392. 000 unit pada 1997, pasar mobil domestik terjun bebas dan hanya sanggup mencetak penjualan 58. 000 unit pada 1998. Pemerintah mengganti “Program Penanggalan Komponen” dengan “Program Insentif”, yang juga akrab disebut “Paket Kebijakan Otomotif 1993”.

Semangat “Future in Motion” akan hadir lewat berbagai teknologi kendaraan terkini dan berbagai program yang akan mengangkat otomotif dari sisi menarik. Sehingga masyarakat luas dapat mengetahui seberapa jauh perkembangan industri otomotif di Indonesia.

Pemerintah mengutamakan pengembangan mobil minibus (multi-purpose vehicle, MPV) dengan mengenakan pajak rendah untuk beberapa model seperti Toyota Kijang dan Mitsubishi Colt T 210, dan mengenakan pajak tinggi untuk jenis sedan. Tak hanya pelaku, peran pemerintah pun dibutuhkan untuk menghadapi tantangan-tantangan industri otomotif nasional di kancah global tersebut. Dalam konteks ini, pemerintah berkewajiban untuk memastikan iklim dan lingkungan usaha manufaktur berjalan kondusif.

Pasar mobil nasional juga mulai merambat naik sebanyak 72. 000 unit pada 1976 dan 103. 000 unit pada 1979. Pada masa-masa itu terdapat 35 merk kendaraan di pasar nasional, tapi daya beli masyarakat masih rendah akibat kondisi ekonomi nasional yang baru mulai bangkit.

Industri kendaraan bermotor bisa menentukan komponen untuk diproduksi sendiri, dan untuk itu mereka mendapatkan pemotongan pajak impor, bahkan penghapusan sama sekali, tergantung seberapa banyak kandungan lokal pada mobil yang diproduksinya. Pabrik yang menghasilkan komponen seperti radiator, knalpot, per peredam, velg, jok dan interior, kabel, gasket komponen berbahan karet serta jigs makin berkembang di Tanah Air. Selain untuk menyuplai industri, komponen-komponen ini juga untuk spare parts atau layanan purnajual.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menggenjot nilai ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Terkait hal ini, industri manufaktur diandalkan menjadi sektor yang diharapkan bisa berkontribusi lebih memperkuat struktur perekonomian nasional. Hingga saat ini, sejumlah pabrik di Cina masih enggan melakukan produksi karena virus Corona. Hal tersebut tentu saja memiliki dampak besar pada ekonomi dan rantai pasukan global. “GIIAS kali ini membuktikan bahwa industri otomotif menjadi salah satu dari lima industri yang menjadi prioritas perkembangan.