Bisnis, Kesehatan, Otomotif, Properti, Teknologi, Tips Trik, Travelling, Uncategorized

Transformasi Teknologi Industri Otomotif Indonesia

Untuk jangka panjang, Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil Indonesia untuk bertumbuh menjadi 2 juta kendaraan pada 2020 dan menjadi 3 juta pada 2025, sehingga mengambil alih posisi Thailand sebagai pusat mobil terbesar di wilayah ASEAN. Proyeksi untuk penjualan mobil di Indonesia bergantung pada performa pertumbuhan ekonomi negara ini. Tanpa rebound harga-harga komoditi yang terjadi dalam jangka waktu pendek atau menengah, penjualan mobil akan sulit untuk bertumbuh dalam kecepatan yang terjadi pada periode.

Kendati begitu, pertumbuhan PDB Indonesia diprediksi akan agak membaik di 2016 dan 2017, mengimplikasikan akhir dari perlambatan ekonomi yang terjadi sejak 2011, dan karenanya penjualan mobil mungkin akan bertumbuh sejalan dengan itu (namun dengan laju tidak terlalu cepat).

Tidak tinggal diam, Indonesia saat ini juga tengah bekerja keras menyalip Thailand dalam produksi serta ekspor kendaraan roda empat dan memperkuat daya saing industri otomotif nasional agar tidak tenggelam dengan produk-produk impor. Otomotif merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang adanya kendaraan bermotor baik itu kendaraan roda 2 atau lebih.

Namun, dalam dunia otomotif pasti memiliki banyak penggemar atau masyarakat yang menyukai mobil dan motor. Pelaku industri otomotif nasional harus mendorong kompetensi SDM di kalangan pemasok agar mampu menghasilkan produk berstandar internasional sekaligus berdaya saing global.

Hal-hal di atas tentunya menjadi sentimen positif, lantaran dapat mendorong kinerja industri otomotif di tengah Pemilu 2019 ini. Sejumlah pabrikan terpaksa berhenti produksi sementara karena sejumlah alasan termasuk mendukung upaya pemerintah untuk memutus mata raintai penyebaran Corona Covid-19. Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menggenjot nilai ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Terkait hal ini, industri manufaktur diandalkan menjadi sektor yang diharapkan bisa berkontribusi lebih memperkuat struktur perekonomian nasional. Adapun mengenai ekspor, dia juga menyebut produsen otomotif Indonesia diharapkan masih bisa menggenjot penjualan ekspor kendaraan hingga 250 ribu unit mobil di 2019.

Aktivitas pendampingan, pelatihan serta pemberdayaan bagi perusahaan pemasok, baik besar, menengah atau kecil harus ditingkatkan. Hal ini penting lantaran keberhasilan industri otomotif nasional ditentukan salah satunya oleh sinergi antara pabrikan besar dan perusahaan pemasok komponen. Perhelatan industri otomotif nasional bertajuk Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Serpong, Tangerang, hari ini, Kamis, 18 Juli 2019 secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Mengusung tema Future in Motion, GIIAS 2019 menampilkan transformasi teknologi dari industri otomotif. “Mengingat GIIAS telah menjadi ajang yang paling tepat bagi Agen Pemegang Merek (APM) industri otomotif Indonesia untuk meluncurkan dan memperkenalkan kendaraan serta teknologi terkininya, ” ujarnya.

Pada tahun 2019, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya sehingga pada tahun 2025 industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit. tirto. id – Pandemi COVID-19 atau Corona memaksa produsen-produsen otomotif di berbagai belahan dunia untuk menutup fasilitas produksinya.

Di saat yang sama, permintaan terhadap otomotif anjlok tajam seiring melemahnya daya beli masyarakat. Emiten di sektor otomotif nantinya juga akan berinovasi, seperti yang akan dilakukan seperti salah satu brand terbesar di Indonesia, yakni ASII (PT Astra Internasional Tbk. ). Rencananya ASII akan merilis kendaraan model barunya, sehingga diyakini juga akan mendorong kinerja sektor otomotif Indonesia.